- ROI = keuntungan bersih ÷ modal awal × 100%, dihitung setelah semua biaya.
- Contoh ilustrasi: modal Rp 1 miliar, keuntungan Rp 200 juta, biaya layanan 20% (Rp 40 juta), ROI 16%.
- Bandingkan juga ROI per tahun, karena lama penempatan mengubah gambaran.
Return on investment atau ROI adalah ukuran paling dasar untuk menilai apakah sebuah investasi sepadan dengan modal yang ditanamkan. Pada investasi bagi hasil, perhitungannya perlu sedikit lebih teliti karena keuntungan bergantung pada hasil transaksi, bukan bunga yang tetap.
Seluruh angka di artikel ini adalah ilustrasi untuk memperjelas cara menghitung, bukan proyeksi atau janji imbal hasil.
Rumus dasar ROI
ROI = (keuntungan bersih ÷ modal awal) × 100%. Keuntungan bersih adalah uang yang benar-benar Anda terima setelah dikurangi semua biaya, bukan keuntungan kotor transaksi.
Contoh ilustrasi
Misalkan investor menyalurkan modal Rp 1 miliar ke sebuah transaksi dan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan Rp 200 juta pada porsi investor ketika milestone tercapai. Biaya layanan Melton Bridge sebesar 20% hanya dikenakan dari keuntungan itu, yaitu Rp 40 juta. Maka:
- Keuntungan bersih investor = Rp 200 juta − Rp 40 juta = Rp 160 juta
- ROI = Rp 160 juta ÷ Rp 1 miliar = 16%
- Dana yang kembali = Rp 1 miliar + Rp 160 juta = Rp 1,16 miliar
Skenario yang sama dapat Anda lihat di bagian ilustrasi pada halaman Pemilik Dana. Jika transaksi tidak menghasilkan keuntungan, tidak ada biaya layanan, tetapi tentu investor juga tidak menerima keuntungan, dan dalam kondisi buruk modal dapat berkurang.
Mengapa jangka waktu mengubah gambaran
ROI 16% terdengar sama baiknya baik dicapai dalam tiga bulan maupun dua tahun, padahal nilainya sangat berbeda. Karena itu, bandingkan juga ROI per tahun (annualised): bagi ROI dengan lamanya penempatan dalam tahun. Dalam contoh di atas, jika dana berputar selama enam bulan, ROI tahunannya mendekati dua kali lipat dari ROI total secara sederhana; jika dua tahun, mendekati setengahnya. Perhitungan sederhana ini cukup untuk membandingkan, walau bukan rumus majemuk yang presisi.
Hal lain yang perlu diperhitungkan
- Pajak: imbal hasil investasi dapat dikenai pajak penghasilan. Aturannya dibahas secara umum di pajak investasi bagi hasil di Indonesia, dan sebaiknya dikonfirmasi dengan konsultan pajak Anda.
- Penundaan: jika milestone tertunda, jangka waktu bertambah dan ROI tahunan turun walau ROI total tetap.
- Risiko tidak tercapai: ROI dalam contoh hanyalah satu skenario, bukan satu-satunya kemungkinan.
Membandingkan dengan bunga tetap
Karena imbal hasil bagi hasil tidak tetap, membandingkannya dengan bunga deposito perlu kehati-hatian. Perbedaan karakter keduanya dijelaskan di investasi bagi hasil vs bunga tetap, dan alur transaksi nyata dari awal sampai akhir ada di studi kasus transaksi bridge financing.
Artikel ini edukasi umum, bukan rekomendasi investasi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa rumus ROI yang paling sederhana?
ROI = (keuntungan bersih ÷ modal awal) × 100%. Keuntungan bersih adalah uang yang benar-benar diterima setelah semua biaya.
Apakah biaya layanan memengaruhi ROI?
Ya. Di Melton Bridge biaya layanan 20% dikenakan dari keuntungan, sehingga ROI bersih Anda dihitung setelah biaya tersebut dikurangkan.
Mengapa perlu menghitung ROI tahunan?
Karena ROI yang sama tampak berbeda nilainya bila dicapai dalam tiga bulan dibanding dua tahun. ROI tahunan membantu membandingkan instrumen dengan jangka waktu berbeda.
Siap menyalurkan modal?
Daftar sebagai pemilik dana, tentukan mandat Anda, dan tinjau paket uji tuntas transaksi jembatan yang sudah tersaring sebelum berkomitmen.
Konten edukasi, bukan nasihat keuangan. Imbal hasil tidak dijamin dan modal dapat berkurang.
